Month: January 2019

Monitor Portable Dengan Tampilan Elegan Dari Asus Zenscreen MB16AC

Monitor Portable Dengan Tampilan Elegan Dari Asus Zenscreen MB16AC

Mereka yang bergelut di bidang desain, editing video, atau programming kerap memerlukan monitor ekstra untuk memperluas bidang kerja.

Tapi masalah muncul ketika mesti mengerjakan perjalanan bisnis ke luar kota atau luar negeri. Monitor ekstra yang kerap dipakai harus ditinggal.

Itu dikarenakan lazimnya monitor punya ukuran lumayan besar, belum lagi bobotnya berat. Jelas susah untuk membawanya ke mana-mana.

Keterbatasan tersebut coba dibalas Asus lewat ZenScreen MB16AC. detikINET berpeluang menjajalnya selama sejumlah pekan dan berikut pembahasan singkatnya:

Desain


Awalnya tidak menyangka bila ZenScreen MB16AC ialah sebuah monitor. Kami mengira ini ialah sebuah tablet.

Bayangkan saja ketebalan monitor ini melulu 8 mm. Sama tebalnya dengan suatu pensil. Beratnya juga tidak hingga 1 kg. Jadi dapat disimpan dalam tas bersama laptop.

Secara desain juga monitor ini diciptakan stylish. Bagian belakangnya mengangkat tampilan laksana jajaran notebook Asus premium.

Asus melengkapinya dengan cover khusus. Tidak melulu melindungi, dapat digunakan untuk menahan saat monitor ini digunakan.

Monitor ini melulu punya tiga tombol. Satu di unsur kanan yang adalahtombol power. Dua di kiri untuk mengerjakan pengaturan tampilan layar.

Di samping tombol power ada lubang. Kita dapat memasukkan pena atau pensil guna dijadikan pengampu monitor ini.

Di pinggiran bodi sebelah kiri anda menjumpai port USB type C. Ini dipakai untuk menghubungkan ke laptop. Fungsinya ganda, guna data sekaligus daya.

Ya monitor ini tidak dapat mandiri. Dayanya disuplai dari notebook atau perlengkapan yang terhubung dengannya.

Tapi tidak butuh waswas baterai laptop anda akan jadi cepat habis. Monitor ini tidak begitu menyedot tidak sedikit daya.

Sebagai tambahan andai notebook anda tidak punya port USB Type C, tidak butuh khawatir sebab Asus menyerahkan converter ke USB type A.

Layar


Ukuran ZenScreen MB16AC 15,6 inch punya rasio 16:9. Mengusung layar IPS dengan resolusi Full HD. Bezelnya diciptakan tipis sehingga menyerahkan layar semakin lapang.

Asus meluangkan delapan mode yang dapat disesuaikan dengan keperluan dan kondisi. Menariknya, monitor ini tidak saja memperlihatkan gambar dalam mode landscape, melainkan pun portrait.

Produksi warna monitor ini lumayan baik. Saat dipakai dalam ruangan, tingkat kecerahannya oke, justeru terasa lebih tinggi dari notebook yang kami digunakan.

Tapi kondisi bertolak belakang saat digunakan di luar ruang dengan cahaya yang paling terang. Layar ZenScreen MB16AC justeru terasa redup. Kami jajaki memaksimalkan tingkat brightness, tetap tidak begitu berpengaruh.

Kesimpulan

ZenScreen MB16AC dapat menjawab keperluan monitor ekstra yang dapat dibawa mobile. Dimensinya yang tipis laksana tablet buat mudah dimasukan dalam tas.

Bobotnya juga ringan, jadi tidak berat guna dibawa ke mana-mana. Tampilannya yang stylish buat menunjang saat mengerjakan presentasi.

Produksi warnanya oke baik guna presentasi dan memperlihatkan video. Konon monitor ini cukup rapi saat digunakan bermain game, walaupun kami tidak sempat mengupayakan ini.

Memang monitor ini tidak dapat dibilang sempurna. Saat menggunakannya di luar ruang memang kecerahan tidak banyak kurang. Tapi toh lumayan jarang kita mengerjakan presentasi atau memakai dua monitor di luar ruang kan?

Asus telah menjual ZenScreen MB16AC di Indonesia. Monitor ini dibanderol ekuivalen Rp 4 jutaan.

Laptop ROG dengan static GeForce RTX 2080 akan segera sambangi Indonesia

Asus kembali memeriahkan pasar laptop gaming di Indonesia dengan perlengkapan anyar. ROG dengan GeForce RTX 2080 siap mereka hadirkan ke Tanah Air, namanya ROG G703GX.

Laptop ROG G703GX ini digadang-gadang sebagai kesatu di Indonesia yang pengusung kartu grafis terbaru produksi Nvidia tersebut. GeForce RTX 2080 sendiri baru diberitahukan kehadirannya dalam ajang CES 2019 belum lama ini.

Kartu grafis tersebut adalahlini premium dari family GPU Turing. Diklaim dapat menghadirkan performa spektakuler serta bisa melahap seluruh game berat yang ada ketika ini dengan tampilan visual terbaik.

“Bersiaplah untuk menonton laptop gaming powerful yang ditenagai oleh GPU Nvidia GeForce RTX 2080. Kehadiran laptop gaming ini adalahkomitmen serta bukti bahwa kami terus menyokong para gamer di Indonesia melewati inovasi teknologi yang tidak akan dapat ditemukan di laptop gaming lainnya,” seloroh Regional Director Asus South East Asia Jimmy Lin.

Spesifikasi Asus ROG G703GX makin gahar karena pun diotaki dengan prosesor mumpuni. Asus memasang Intel Core i9 versi factory overclocked. Laptop judi bola ini memakai layar dengan panel IPS-level yang mempunyai refresh rate sampai 144Hz, 3ms grey-to-grey (GTG) response time, serta sokongan teknologi NVIDIA G-SYNC untuk empiris bermain super fasih tanpa stuttering dan tearing bahkan di penataan grafis tertinggi.

ROG G703GX juga muncul dengan teknologi penyimpanan HyperDrive Extreme yang menggabungkan tiga NVMe PCIe SSD pada konfigurasi RAID 0 sehingga dapat menghadirkan kecepatan baca sampai 8700MB/s, tercepat salah satu semua laptop gaming yang ada sampai saat ini. Tidak ketinggalan Asus memasang sistem pendingin untuk meyakinkan performa stabil di segala kondisi.

Meski masih memakai desain laptop gaming tradisional, ROG G703GX tetap dapat diandalkan sebagai perlengkapan bergerak. Laptop ini tetap dapat digunakan di atas pangkuan pemakainya dan tetap tampil layaknya suatu laptop.

Berapa harga Asus ROG G703GX? Asus belum melafalkan berapa persisnya. Yang tentu vendor asal Taiwan ini akan meluncurkan ROG G703GX beserta dua laptop gaming lainnya, yaitu ROG Strix GL504GW Scar II dan GL704GV Scar II pada 29 Januari mendatang.

Memiliki konsep Surface Pro Asus ROG Mothership tampil lebih gahar

Asus turut mengenalkan perangkat gaming barunya di CES 2019. Tampil laksana Surface Pro dari Microsoft, melulu saja lebih banyak dan gahar.

Demikian kesan kesatu kali ketika menjumpai ROG Mothership (GZ700). Perangkat ini dipajang di ruang pameran yang bertempat di gedung Trump, Las Vegas bareng ekosistem ROG lainnya.

Kenapa kemudian tidak sedikit pihak menyamai ROG Mothership dengan Surface Pro, sebab tidak terlepas dari konsepnya. Dibuat laksana tablet, unsur belakang bawah bila dimulai ada penyangga. Sementara unsur depan terdapat cover yang bila dimulai ada keyboard yang detachable.

Tapi semua tersebut tidak jadi soal. Sebab Asus menyerahkan sentuhan khas ROG pada perangkatnya ini. Sehingga tampilannya terkesan gahar laksana yang di mula detikINET sampaikan.

Dapat disaksikan di bodi belakang ada pola menyeluruh dengan ikon ROG di unsur penyangga. Ikon yang sama pun ditempatkan di unsur cover keyboard.
Sementara di sekeliling bodi ada lubang ventilasi dengan akses kuning. Tampilan borongan ROG Mothership andai didirikan tampak seperti suatu konsol game.

Asus menyatakan merancang ROG Mothership supaya gampang diangkut bepergian. Tapi pemakai mesti siap memikul beratnya yang menjangkau 4,7 kg.

Oke, lumayan membahas mengenai desainnya, sekarang kita bicara soal spesifikasi dan sebanyak fitur di dalamnya. Nah di balik bodinya yang gahar tadi, tersimpan spesifikasi paling mumpuni.

Layarnya berukuran 17,3 inch dengan resolusi 1080p dan sokongan Nvidia G-Sync. Punya refresh rate 144 Hz dengan respon time 3 ms yang memanjakan mata gamer.

Dapur pacunya memakai prosesor kasta tertinggi kepunyaan Intel, yaitu Core i9-8950HK yang dapat dioverlock ke 4,8 GHz. Perpadu dengan GPU Nvidia RTX 2080 yang baru saja diluncurkan di perhelatan CES 2019.

Asus turut memasangkan RAM DDR4 sampai 64GB, yang dihubungkan dengan tiga drive HyperDrive Extreme. Terpasang pula kenangan internal yang terdiri dari tiga NVMe SSD RAID 0 array.

ROG Mothership mempunyai koneksi 802.11ax WiFi atau lebih dikenal dengan WiFi 6. Selain tersebut ada ethernet 2,5G, port USB-type C Thunderbolt 3, USB Type C standar, 4 port USB type A, HDMI, SD Card dan dual charging port 280W.

Bicara soal keyboard lagi, kendati terpisah dari unit utamannya, tetap masih dapat digunakan sebab pakai koneksi WiFi 2,6 GHz, sampai-sampai lebih stabil ketimbang Bluetooth . Bila hendak lebih ringkas lagi, keyboard bisa dilipat.

Asus menyerahkan backlit RGB pada keyboardnya Di samping itu, mereka melengkapinya pula dengan touchpad yang posisinya di unsur kanan keyboard.

Tak kalah menarik ialah sistem pendingin ROG Mothership. Asus memasang ventilasi di sudut atas, terpasang delapan pipa yang terhubung langsung ke CPU, dan empat heatsink dilapisi dengan 375 sirip tembaga ultra tipis.

Asus berencana merilis ROG Mothership pada kuartal kesatu tahun ini. Hanya saja belum terdapat informasi berapa perlengkapan gaming ini akan dilepas.